Posts

Showing posts from July, 2020

Perempuan

Untuk seseorang yang pendiam kamu berhasil mengungkapkan banyak hal, itu sesuatu yang tidak bisa kulakukan tapi aku rasa itu bukan juga sesuatu yang kamu rencanakan itu mengalir darimu secara tidak sadar, sehingga kamu takkkan pernah tau kalau sikapmu itu bisa membuat seseorang sepertiku terkagum kagum dengan caramu. Kamu adalah perwujudan paling rasional untuk warna putih, tidak bercampur warna lain ataupun noda noda seperti halnya yang terdapat di warnaku, tanpa sadar pula kamu membuatku tenang karena pertahanan yang kau bentuk sangat kokoh dan kuat sehingga kalaupun yang berhasih sampai di kamarmu bukan aku, aku yakin ia adalah sosok kuat yang paling ideal untukmu sungguh, padamu iya padamu rasaku seperti pada kedua orangtuaku, asal kalian bahagia dan baik baik saja.

Bukan maksud

Bukan maksud Malam ini semua akan berbeda Cahaya yang terang akan redup Semua yang percaya akan takjub Yang diam akan di perhatikan Yang melambai akan dilupakan Memang Air jatuh mengalir jenuh Di atas ingin menapak di bawah ingin mengepak

Selamat Datang

Selamat datang Hallo apa kabar Masihkah kau mengingatku sebagaimana aku mengingatmu? Sehingga rindu hadir sebagai peta yang memandu langkahmu padaku Atau justru semesta telah membuatmu tersesat padaku? Bagaimana kondisi hari setelah penguasa sebelumnya pergi Masihkah tertimbun dalam kegelapan ataukah sudah memberontak ke permukaan Doaku satu untukmu Semoga kau temukan pijakan yang nyaman dalam perjalananmu yang bergeronjal Aku yakin kakimu tidak akan selembut dulu Aku yakin tanganmu tidak semulus waktu itu Tapi ingatlah, kau akan terus berproses dan berkembang. _Abra 2020

Pacifista

Pada suatu hari, percayalah kita akan bisa kembali saling menatap tanpa ragu, akan kembali bisa menghemat ucapan karena mata lebih dari cukup untuk menyampaikan segala isi hati. Suatu hari nanti percayalah ketika kita tidak pernah berusaha mengeja kita berdua sudah bisa saling berbicara.

PURNAMA

Bacalah dengan perlahan karena ini aku rangkaikan khusus untukmu. Gadisku tercinta, bersama dengan surat ini kukirimkan padamu setangkai bunga mawar yang cantik, bersama dengan harapanku yang terukir di setiap kelopak bunganya untuk bisa menyaksikan indahnya perputaran dunia di dadamu, dan tak lupa kubawakan juga biji bunga matahari yang akan menemani panjangnya perbincangan kita. Gadisku, aku tersenyum malu dengan kalimat yang kukatakan barusan, tidakkah kau sadar, jarak menenggelamkanku dalam lautan yang dunia menyebutnya kerinduan? Kenyataan masih belum berubah, aku masih sendiri di sini duduk termenung di balkon rumahku tanpa aromamu, tanpa suaramu apalagi sentuhanmu. Kedua genggam tanganku sudah penuh, tangan kiriku mengenggam harapan dan doa doa untukmu sedangan tangan kananku mengenggam bunga mataharimu. Perlahan aku meletakkan bunga itu pada meja di depanku, dengan lembut aku merobek harapan yang ada pada tangan kiriku dan menjejalkannya ke setiap kelopak bunga yang akan ...

DATANGNYA KAPAL

DATANGNYA KAPAL. Pagiku disambut kabar buruk yang tak pernah kusangka, Sang Guru akan pergi meninggalkan kami. Bergegas kupacu motorku menuju pelabuhan aku tidak ingin kecewa tapi tak bisa kupungkiri aku ingin bertemu dengannya setidaknya untuk terakhir kalinya, bukan apa saat ini bukan aku yakin ada banyak orang selain diriku yang menuju pelabuhan dengan alasan yang sama. Bisa kalian bayangkan betapa tidak relanya hati bila orang yang memberikan kesejukan   lewat kehadiran dan tutur katanya, seseorang yang terlihat begitu bijaksana akan pergi. Aku sampai di pelabuhan, kulihat dari kejauhan Sang Guru kami berjalan dengan santai seolah ia tidak membawa beban apapun ketika akan meninggalkan kami, “guru tinggallah beberapa lama lagi di sini, dan jikalau bisa sudillah menetap bersama kami ” teriak seseorang yang tidak dapat kulihat wajahnya pun tidak kukenali suaranya, tapi ucapannya seolah mewakili apa yang ingin kusampaikan , dan mungkin itu juga yang ada di kepala mereka y...

JOGJA

JOGJA Bila sudah sampai pada waktu Dimana kita berada dalam satu skenario semesta Di suatu tempat yang tidak asing Kota yang penuh kenangan, atau sebuah taman Aku ingin melihat senyummu Beradu manis dengan gemerlap lampu yang romantis Dan aku ingin kamu menang Ara

PEDANG BERMATA DUA

Pedang Bermata Dua arabirawa Jikalau kini yang bisa kulakukan hanya menunggu aku akan lakukan, sekalipun mendatangkan derita, luka, dan lain sebagainya entah, aku akan tetap melakukannya untuk mendatangkan kamu dari ketidakmungkinan. Jikalau kini yang bisa kulakukan hanya mengharap, aku akan lakukan sekalipun mengundang kecewa, ketidakpastian, dan lain sebagainya entah, aku akan tetap melakukannya untuk menghadirkan kamu dari ketiadaan. Jikalau kini yang bisa kulakukan hanya mendoa, aku akan lakukan untuk bisa merasakan kasih-Nya bersamamu, sekali, lagi, atau entah.